Bimbangnya Guru Menjelang Penilaian Akhir Semester Di Masa Pandemi

 Selasa, 01.12.2020

    Menjelang akhir tahun dapat menjadi penanda bahwa PAS (Penilaian Akhir Semester) atau yang dikenal dengan UAS akan segera berlangsung minggu ini. Ternyata sekolah di masa pandemi hampir menginjak 2 semester penuh, yaitu dari awal tahun hingga akhir tahun 2020.

    Saat masa PJJ tentunya banyak menimbulkan keluh kesah baik dari para orang tua, siswa, maupun guru sekalipun. Tak ada banyak hal yang dapat dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh ini, dan semakin kesini masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan permasalahan yang sering mereka hadapi ini.

    Banyak sekali orang tua yang berharap bahwa pembelajaran akan dilakukan di sekolah seperti semula, sehingga beban mengajar sepenuhnya bukan lagi pada orang tua. Mereka banyak yang merasa tidak mampu menyamai seorang guru dalam belajar karena berbagai alasan. Salah satunya adalah orang tua lebih galak saat mengajari anaknya, hal tersebut dikarenakan orang tua juga memiliki pekerjaan lain dan mereka rela meninggalkan pekerjaannya demi mendampingi anak menyelesaikan tugasnya. Namun,hal tersebut tidak diindahlan oleh para anak-anaknya, mereka justru tidak fokus belajar dan ingin main saja sehingga tak sedikit orang tua yang naik pitam.

    Permasalahan baru pun timbul menjelang PAS, pasalnya pembelajaran dilakukan dirumah namun saat PAS anak-anak di kehendaki untuk berangkat. Para orang tua khawatir bahwa anak-anaknya akan sangat kesulitan menghadapi soal, karena saat dirumah anak-anak tidak selalu memperhatikan ajaran orang tuanya saat mendampingi mereka belajar. 

 

    Permasalahan yang kedua adalah, meskipun siswa-siswi dikehendaki untuk berangkat saat melaksanakan PAS namun bagaimana anak yang sedang sakit seperti batuk pilek? Tentu hal tersebut menjadi kekhawatiran lagi bagi para orang tua. Sedangkan orang tua dari siswa yang sedang sakit meminta untuk PAS dilakukan dirumah khusus bagi anak yang sakit, ia meminta mengambil soal dan dikerjakan di rumah. Dengan demikian, tentunya menjadikan timbulnya rasa iri bagi orang tua lainnya.

Dari pihak guru juga merasa bingung dan bimbang dengan hal di atas, apabila PAS dilakukan dirumah oleh semua siswa, pastinya tidak lepas dari bantuan orang tua saat mengerjakan soal. Namun, apabila PAS dilakukan disekolah dengan memaksa anak yang sedang sakit berangkat maka membahayakan semua orang yang berada disekolah. Sehingga, seorang guru memutuskan untuk YA BOLEH soal diambil dan dikerjakan dirumah asalkan dikumpulkan pada jam sudah ditentukan. Semua hal dirasa serba salah disaat seperti ini. Semoga saja PAS akan berjalan dengan baik, dan semua pihak saling memberikan saran serta mensupport segala pihak.

Komentar